Tampilkan postingan dengan label Ekspresi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekspresi. Tampilkan semua postingan

18 September 2008

Pantun 1

Ikan kakap dimasak kuah.
Dimakan dalam acare keluarge.
Orang Singkawang jangan salah pileh.
Untuk Dewan Provinsi Bang Yudi ajak be.

Bebalas pantun seni budaye.
Janganlah kite melupakannye.
Pusing-pusing nak mileh siape.
Pileh Bang Yudi ajak be.

07 September 2008

Mancing…

Kenapa sih senang mancing (mancing ikan bukan mancing keributan loh), apa yang kamu cari?
Jawaban nyleneh mungkin “ikan” atau pun “nyantai-nyantai jak”.

Tapi sebetulnya dari pertanyaan tersebut akan muncul berbagai penafsiran. Tergantung dari latar belakang individu yang menerima pertanyaan tersebut. Sampai sekarang saya sendiri bingung untuk menjelaskan dengan kata-kata apa yang saya cari dengan pergi memancing ke kolam pemancingan atau pun ke laut. Mungkin yang lebih enak kalo dijawab agak santai tapi tidak terlalu serius adalah “menenangkan diri jak”.

Dengan memancing, mungkin otak kita akan istirahat sejenak setelah berhari-hari melakukan aktifitas rutin. Kadang kita tidak sadar jika kita mancing, pikiran kita terfokus ke kolam atau pun mata kail. Bahkan kadang kita tidak terasa sambil berdoa agar mata kail tersebut cepat disambar ikan besar (pokoknya ikan lah). Bahkan walaupun tidak dapat ikan sama sekali, kita tetap sabar menunggu (walaupun kadang ngomel, mane ikannye nih? Jangan-jangan kolamnye kosong nih.).

Disini dapat diambil suatu pelajaran berharga yaitu sabar. Kita telah belajar mengatasi emosi diri dengan sabar menunggu kail kita disambar ikan. Kita mancing dari pagi bisa sampai sore hari bahkan selepas maghrib baru meninggalkan kolam pemancingan.

Banyak orang senang mancing, banyak orang pandai mancing, mereka semua memiliki penafsiran yang berbeda-beda dari tujuan mancing tersebut. Semuanya kembali kepada individu masing-masing. Mungkin bisa kita jabarkan sedikit tujuan mancing tergantung dari pelakunya yaitu ada yang sebagai sarana untuk rileks dengan sekedar kongkow-kongkow bersama teman-teman atau bersama keluarga & ada yang memang sebagai mata pencaharian. Yang lebih baik sebenarnya adalah menggabungkan kedua tujuan tersebut.

Kalau begitu selamat memancing deh bagi rekan-rekan yang hobby mancing. He….92x.

04 September 2008

Politik ???

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Selain itu politik dapat diartikan seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional & ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles), politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara, politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat, politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dalam perspektif sistem, Sistem Politik adalah subsistem dari sistem sosial. Pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut, misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek, sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik, lembaga-lembaga politik, dan perilaku politik. Dalam perspektif ini, maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Namun dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah. Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem politik yang otoriter.
Lembaga politik adalah perilaku politik yang terpola dalam bidang politik. Pemilihan pejabat, yakni proses penentuan siapa yang akan menduduki jabatan tertentu dan kemudian menjalankan fungsi tertentu adalah lembaga demokrasi. Bukan lembaga pemilihan umumnya melainkan seluruh perilaku yang terpola dalam kita mencari dan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin ataupun wakil kita untuk duduk di parlemen. Persoalan utama dalam negara yang tengah melalui proses transisi menuju demokrasi seperti indonesia saat ini adalah pelembagaan demokrasi. Yaitu bagaimana menjadikan perilaku pengambilan keputusan untuk dan atas nama orang banyak bisa berjalan sesuai dengan norma-norma demokrasi, umumnya yang harus diatasi adalah merubah lembaga feodalistik (perilaku yang terpola secara feodal, bahwa ada kedudukan pasti bagi orang-orang berdasarkan kelahiran atau profesi sebagai bangsawan politik dan yang lain sebagai rakyat biasa) menjadi lembaga yang terbuka dan mencerminkan keinginan orang banyak untuk mendapatkan kesejahteraan. Untuk melembagakan demokrasi diperlukan hukum dan perundang-undangan dan perangkat struktural yang akan terus mendorong terpolanya perilaku demokratis sampai bisa menjadi pandangan hidup. Karena diyakini bahwa dengan demikian kesejahteraan yang sesungguhnya baru bisa dicapai, saat tiap individu terlindungi hak-haknya bahkan dibantu oleh negara untuk bisa teraktualisasikan, saat tiap individu berhubungan dengan individu lain sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku.
Perilaku politik adalah perilaku yang dilakukan oleh individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik. Seorang individu atau kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan perilaku politik adapun yang dimaksud dengan perilaku politik contohnya adalah melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat/pemimpin, mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol, mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau LSM, ikut serta dalam pesta politik, ikut mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang berotoritas, berhak untuk menjadi pimpinan politik, berkewajiban untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai insan politik guna melakukan perilaku politik yang telah disusun secara baik oleh undang-undang dasar dan perundangan hukum yang berlaku.
Dari paparan diatas dapat kiranya kita memahami lapisan terluar tentang arti politik. Memang masih banyak istilah-istilah politik yang belum bisa ditampilkan di blog ini.
Sumber : Wikipedia.Org.